Langsung ke konten utama

Banjir Ketika Pandemi Corona, Bagaimana Kesehatan Kita?

Sungguh ujian yang berat bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Ketika Pandemi Corona belum juga reda. Kini sudah dihantui oleh banjir. Ya gaes musim penghujan tahun 2020 seperti nya sudah akan kita jelang. Info terkini di bendungan katulampa pada hari Senin petang, tanggal 22 September 2020 ketinggian air di katulampa sudah 250 cm Artinya Bendungan di wilayah Bogor sudah status siaga 1. Dapat dipastikan kiriman air dari bendungan katulampa akan tiba di Jakarta tepat tengah malam.
banjir


Bila banjir datang sudah dapat dipastikan berbagai penyakit pun akan menghantui warga yang kebanjiran. Padahal dengan adanya pendemi Corona, seharusnya kita menjaga imun tubuh agar selalu baik. Namun apa daya datanya bencana banjir tentu akan sulit bagi warga untuk mempertahankan imun tubuh agar selalu baik.

Untuk itu diharapkan bagi warga yang terkena bencana banjir. Untuk tetap ikhtiar menjaga kesehatan walau sulit. Tapi kita harus tetap berusaha menjaga tubuh ini fit. Salah satu ikhtiar kita mejaga kesehatan tubuh adalah meminun Vitamin. Usahakan pula untuk meminum Suplemen. Karena ditengah suhu udara yang dingin, serta lembab nya cuaca. Akan mudah virus menjakiti kita. 

Oleh karena itu harap diingatkan kepada sanak family, saudara, teman yang terkena bencana banjir. Untuk tetap waspada dan tetap memperhatikan kebersihan. agar kesehatan tetap menjadi fit. Sehingga virus atau kuman tidak dapat hidup lebih lama ditubuh kita. 
imun tubuh


Ya, virus atau kuman tidak akan bisa hidup dan berkembang biak, bila tubuh kita sehat. Karena didalam tubuh kita sebenarnya sudah ada imun tubuh yang akan menghalau virus atau kuman yang merugikan tubuh kita. Imun tubuh akan kuat apabila kesehatan kita pun prima.

So Guys bagi kita yang tidak terkena bencana banjir ada baiknya untuk tidak nyinyir. Bantu yang bisa dibantu. Dan buat yang terkena bencana yakin lah ini ujian dari  yang maha penguasa. Jadi tetap lah sabar dan ambil hikmahnya.

Depok, 22 September 2020

me

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsumen Mendang Mending, Benarkah mereka golongan yang marginal

Berdasarkan data dan riset pasar, tidak ada angka persentase tunggal yang secara spesifik mengukur "konsumen mendang mending." Istilah ini lebih merupakan gambaran dari perilaku, bukan kategori resmi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Indonesia memiliki mentalitas "mendang mending" atau pragmatis . Bahkan, mentalitas ini adalah salah satu faktor dominan yang membentuk keputusan pembelian di pasar. Menurut riset pasar dari perusahaan seperti Nielsen, Kantar, dan berbagai lembaga survei lokal: Lebih dari 50% Konsumen Indonesia Sensitif Harga: Sebagian besar konsumen aktif membandingkan harga, mencari diskon, dan mempertimbangkan nilai (kualitas vs. harga) sebelum membeli. Generasi Muda Sangat Pragmatis: Generasi Z dan Milenial, yang merupakan target utama layanan digital, dikenal sangat cermat dalam membelanjakan uang mereka. Mereka akan melakukan riset mendalam di internet dan membandingkan ulasan sebelum membuat keputusan. Perilaku Ini Meluas...

Kamu pernah mendengar primbon. Ternyata begini cara menyusunnya

Proses Penyusunan Primbon Penyusunan Primbon adalah proses yang sangat kompleks dan tidak bisa dilepaskan dari peran para leluhur dan ahli spiritual (sering disebut "wong pinter" atau orang pintar) di masa lalu. Proses ini bukanlah sekadar menulis buku, tetapi merupakan hasil dari pengamatan mendalam, perhitungan, dan pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun. Berikut adalah gambaran umum bagaimana primbon dibuat: 1. Pengamatan dan Pencatatan Para leluhur Jawa memiliki kebiasaan mengamati fenomena alam dan kejadian di sekitar mereka dengan sangat teliti. Mereka mencatat setiap peristiwa penting—mulai dari tingkah laku hewan, pola cuaca, sampai mimpi yang dialami. Contohnya, jika terjadi gerhana bulan dan beberapa hari setelahnya terjadi wabah penyakit, mereka akan mencatat hubungan antara kedua peristiwa itu. Proses ini berlangsung selama ratusan, bahkan ribuan tahun. 2. Perhitungan Astrologi dan Kosmologi Pengetahuan tentang astronomi dan siklus alam memegang peran se...

Tak Terasa

Tiba tiba ku terhentak oleh wewangian yang tak biasa. Begitu lembut semerbak namun tak menusuk hidung. Aku pun beranjak dari tidur ku, untuk mencari tahu asal wewangian itu. Dimana pun ku berada wangi itu tak menghilang. Selalu sama aromanya tercium. Penasaran ku coba keluar rumah, namun wangi itupun masih tetap tercium sama seperti ketika didalam rumah. Wangi yang tak biasa. Yang menimbulkan rasa rindu. Baru kali ini ku mencium wanginya. Dan sensasi wangi ini pun menimbulkan rasa sedih. Kesedihan yang tak ku tahu penyebabnya. Namun dibalik kesedihan itu, terbesit perasaan gembira yang teramat sangat. Dan aku pun kembali tak mengerti kegembiraan akan apa. Sejenak ku termenung mencoba mengerti akan apa yang baru saja aku alami. Kini hanya rasa syukur yang ada dalam benakku. Mungkin ini wangi surga pikirku. Ya, mungkin ini wangi surga. karena sebentar lagi ramadhan akan datang. Walau pintu surga belum terbuka. Tapi wanginya sudah turun ke bumi. Lamunku menyudahi pencarian itu. Tak terasa...