Langsung ke konten utama

Bansos Pemprov Jabar Tahap 3

Setelah beberapa kali diundur Bansos Pemprov Jabar Tahap 3 kini sudah dapat dipastikan akan mulai digulirkan pada minggu terakhir bulan Oktober 2020. Info ini didapat dari penjelasan Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Dodo Suhendar. Seperti dikutip dari inilahkoran.com. 

Masih menurut Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, bahwa penundaan tersebut disebabkan karena ada nya penambahan penerima manfaat yang semula hanya 1,3 juta. Untuk tahap 3 menjadi 1,9 juta KPM.




Sehubungan itu maka ada penyesuaian anggaran per KPM, yang semula Rp 500.000 per KPM. untuk Tahap 3 anggaranya hanya Rp 350.000 per KPM. Yang terdiri dari Sembako seharga Rp 250.000 dan Uang tunai sebesar Rp 100.000.

Keyakinan Kadinsos Jabar distribusi ke KPM bisa dilaksakan pada minggu terakhir bulan Oktober 2020, karena pada saat ini sembako sudah di salurkan ke gudang PT Pos Indonesia. 

Selain itu juga berdasarkan rapat terakhir sudah diputuskan tentang besaran anggaran per KPM. Sehingga penyaluran ke pada KPM tinggal menunggu keputusan gubernur.

Bansos Pemprov Jabar untuk warga yang terkena dampak covid-19 ini sudah disalurkan sebanyak 3 kali. Dimana penyaluran ini semakin hari semakin baik bila dilihat dari jumlah penerima yang gagal semakin kecil. Ini membuktikan bahwa data yang dimiliki pemprov dan proses penyerahan ke KPM melalui PT Pos Indonesia semakin baik.




Adapun jumlah gagal antar pada tahap 1 sebesar 3,6%. Untuk tahap 2 gagal antar sebanyak 0,6%. Untuk tahap 3 ini kemungkinan sekitar 0.6% juga disebabkan adanya penambahan data. Yang berasal dari swadaya warga sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsumen Mendang Mending, Benarkah mereka golongan yang marginal

Berdasarkan data dan riset pasar, tidak ada angka persentase tunggal yang secara spesifik mengukur "konsumen mendang mending." Istilah ini lebih merupakan gambaran dari perilaku, bukan kategori resmi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Indonesia memiliki mentalitas "mendang mending" atau pragmatis . Bahkan, mentalitas ini adalah salah satu faktor dominan yang membentuk keputusan pembelian di pasar. Menurut riset pasar dari perusahaan seperti Nielsen, Kantar, dan berbagai lembaga survei lokal: Lebih dari 50% Konsumen Indonesia Sensitif Harga: Sebagian besar konsumen aktif membandingkan harga, mencari diskon, dan mempertimbangkan nilai (kualitas vs. harga) sebelum membeli. Generasi Muda Sangat Pragmatis: Generasi Z dan Milenial, yang merupakan target utama layanan digital, dikenal sangat cermat dalam membelanjakan uang mereka. Mereka akan melakukan riset mendalam di internet dan membandingkan ulasan sebelum membuat keputusan. Perilaku Ini Meluas...

Kamu pernah mendengar primbon. Ternyata begini cara menyusunnya

Proses Penyusunan Primbon Penyusunan Primbon adalah proses yang sangat kompleks dan tidak bisa dilepaskan dari peran para leluhur dan ahli spiritual (sering disebut "wong pinter" atau orang pintar) di masa lalu. Proses ini bukanlah sekadar menulis buku, tetapi merupakan hasil dari pengamatan mendalam, perhitungan, dan pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun. Berikut adalah gambaran umum bagaimana primbon dibuat: 1. Pengamatan dan Pencatatan Para leluhur Jawa memiliki kebiasaan mengamati fenomena alam dan kejadian di sekitar mereka dengan sangat teliti. Mereka mencatat setiap peristiwa penting—mulai dari tingkah laku hewan, pola cuaca, sampai mimpi yang dialami. Contohnya, jika terjadi gerhana bulan dan beberapa hari setelahnya terjadi wabah penyakit, mereka akan mencatat hubungan antara kedua peristiwa itu. Proses ini berlangsung selama ratusan, bahkan ribuan tahun. 2. Perhitungan Astrologi dan Kosmologi Pengetahuan tentang astronomi dan siklus alam memegang peran se...

Tak Terasa

Tiba tiba ku terhentak oleh wewangian yang tak biasa. Begitu lembut semerbak namun tak menusuk hidung. Aku pun beranjak dari tidur ku, untuk mencari tahu asal wewangian itu. Dimana pun ku berada wangi itu tak menghilang. Selalu sama aromanya tercium. Penasaran ku coba keluar rumah, namun wangi itupun masih tetap tercium sama seperti ketika didalam rumah. Wangi yang tak biasa. Yang menimbulkan rasa rindu. Baru kali ini ku mencium wanginya. Dan sensasi wangi ini pun menimbulkan rasa sedih. Kesedihan yang tak ku tahu penyebabnya. Namun dibalik kesedihan itu, terbesit perasaan gembira yang teramat sangat. Dan aku pun kembali tak mengerti kegembiraan akan apa. Sejenak ku termenung mencoba mengerti akan apa yang baru saja aku alami. Kini hanya rasa syukur yang ada dalam benakku. Mungkin ini wangi surga pikirku. Ya, mungkin ini wangi surga. karena sebentar lagi ramadhan akan datang. Walau pintu surga belum terbuka. Tapi wanginya sudah turun ke bumi. Lamunku menyudahi pencarian itu. Tak terasa...