Langsung ke konten utama

Sssst Ada Bocoran Banprov Jabar nih..?

Banprov Jabar untuk penanggulangan dampak covid-19 atau corona. Memang saat ini sedang ditunggu tunggu oleh warga Jabar. Karena banprov yang semestinya sudah disalurkan pada bulan September 2020. Namun hingga awal Oktober 2020 ini belum juga turun.

Kendala distribusi Banprov Jabar tahap 3 memang sangat banyak. Dimulai dari perbaikan data hingga kondisi New Normal. Sehingga pemprov Jabar perlu mengkaji lagi banprov kepada warga yang terdampak. Adapun kajian dari mulai jumlah penerima, besaran dana per RTS hingga isi dari bantuan itu sendiri menjadi perhatian pemprov.

bansos jabar tahap 3



Menurut harian Pikiran-Rakyat.com penyalur dan pemasok bahan sembako yang semula di pegang oleh bulog. Untuk tahap 3 ini akan menggandeng BUMD Agro.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan dalam recovery ekonomi pasca-pandemi, semua pelaku ekonomi di Jabar, khususnya BUMD, diharapkan mengikuti keberhasilan Pemprov Jabar dalam mengendalikan pandemi. Kuncinya yakni kepemimpinan yang bersatu dalam kebersamaan.




Nah untuk penyaluran ke warga sendiri. Banprov Jabar ini akan mulai di distribusikan ke PT Pos Indonesia mulai tanggal 10 Oktober 2020 hingga tanggal 25 Oktober 2020. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disindag) Jabar yang juga Ketua Divisi Logistik Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Mohammad Arifin Soedjayana, pihaknya menargetkan awal Oktober 2020 ini, Bansos Jabar tahap III sudah bisa didistribusikan. Angka penerimanya pun, mengalami penambahan. Yakni, pada tahap II hanya 1,4 juta penerima. Namun, tahap III ini menjadi 1,9 juta.

Diharapkan dengan diluncurkannya banprov Jabar ini, warga Jabar yang terkena dampak corona akibat usahanya tidak bisa berjalan dengan semestinya. Dapat terbantu hingga dapat menggerakan roda ekonomi sekitanya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsumen Mendang Mending, Benarkah mereka golongan yang marginal

Berdasarkan data dan riset pasar, tidak ada angka persentase tunggal yang secara spesifik mengukur "konsumen mendang mending." Istilah ini lebih merupakan gambaran dari perilaku, bukan kategori resmi. Namun, penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen Indonesia memiliki mentalitas "mendang mending" atau pragmatis . Bahkan, mentalitas ini adalah salah satu faktor dominan yang membentuk keputusan pembelian di pasar. Menurut riset pasar dari perusahaan seperti Nielsen, Kantar, dan berbagai lembaga survei lokal: Lebih dari 50% Konsumen Indonesia Sensitif Harga: Sebagian besar konsumen aktif membandingkan harga, mencari diskon, dan mempertimbangkan nilai (kualitas vs. harga) sebelum membeli. Generasi Muda Sangat Pragmatis: Generasi Z dan Milenial, yang merupakan target utama layanan digital, dikenal sangat cermat dalam membelanjakan uang mereka. Mereka akan melakukan riset mendalam di internet dan membandingkan ulasan sebelum membuat keputusan. Perilaku Ini Meluas...

Keyboard wireless

Kemajuan tehnologi yang begitu pesat, menjadikan banyak hardware yang tercipta, Selain makin beragam hardwar yang tercipta dari sisi haga juga sangat terjangkau. Dahulu untuk memiliki hardware yang wireless kita harus merogoh kocek yang sangat dalam, Namun kini dengan harga jauh dibawah harga dahulu kita sudah bisa mendapatkan gadget yang mumpuni. Penulis baru saja membeli keyboard wireless yang dulu hanya bisa bermimpi memilikinya. Kini penulis bisa membeli keyboard dengan kualitas bagus namun harganya hanya dua ratus ribuan saja. Awalnya penulis ragu untuk membelinya karena mana mungkin kualitasnya akan bagus bila harganya bisa semurah itu.  Keyboard yang penulis beli adalah merk Altec Lansing ALBK6266. Merk Altec lansing dahulu saya kenal memproduksi speaker aktif. Dengan harga yang murah naum suaranya sangat bagus. Dan ini yang menyebabkan penulis ingin membeli keyboard ini karena merk Altec Lansing. Berasa de javu juga ketika barang sudah sampai, selain merk y...

Kamu pernah mendengar primbon. Ternyata begini cara menyusunnya

Proses Penyusunan Primbon Penyusunan Primbon adalah proses yang sangat kompleks dan tidak bisa dilepaskan dari peran para leluhur dan ahli spiritual (sering disebut "wong pinter" atau orang pintar) di masa lalu. Proses ini bukanlah sekadar menulis buku, tetapi merupakan hasil dari pengamatan mendalam, perhitungan, dan pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun. Berikut adalah gambaran umum bagaimana primbon dibuat: 1. Pengamatan dan Pencatatan Para leluhur Jawa memiliki kebiasaan mengamati fenomena alam dan kejadian di sekitar mereka dengan sangat teliti. Mereka mencatat setiap peristiwa penting—mulai dari tingkah laku hewan, pola cuaca, sampai mimpi yang dialami. Contohnya, jika terjadi gerhana bulan dan beberapa hari setelahnya terjadi wabah penyakit, mereka akan mencatat hubungan antara kedua peristiwa itu. Proses ini berlangsung selama ratusan, bahkan ribuan tahun. 2. Perhitungan Astrologi dan Kosmologi Pengetahuan tentang astronomi dan siklus alam memegang peran se...